Biografi Bacharuddin Jusuf Habibie, Ilmuan Indonesia

Selain kisah cintanya bersama Ibu Ainun yang merupakan istri paling dicintai oleh BJ Habibie. BJ Habibie yang merupakan presiden ketiga Republik Indonesia adalah seorang tokoh & seorang ilmuan yang dikenal karena kecerdasannya.

Biografi singkat BJ Habibie sebagai tokoh besar Indonesia harus kamu kenali. Memiliki nama lengkap Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie, ia merupakan Presiden Republik Indonesia yang ke-3.

Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran untuk belajar, mengantarnya pada kesukses merancang sebuah pesawat terbang.

Biografi Bacharuddin Jusuf Habibie, Ilmuan Indonesia

Pada 1955–1965, Habibie melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat. Menerima gelar diploma insinyur pada 1960 dan gelar doktor insinyur pada 1965 dengan predikat summa cum laude.

  • Nama Lengkap: Prof. Dr.-Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie
  • Nama Populer: BJ Habibie
  • Istri: Hasri Ainun Besari
  • Tempat, Tanggal Lahir: Pare-pare, 25 Juni 1936
  • Masa Menjabat Presiden: 21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999
  • Pendidikan: SMAK Dago, Bandung, Institut Teknologi Bandung (ITB), RWTH Aachen
  • Anak: Ilham Akbar, Thareq Kemal

Pekerjaan dan Karier BJ Habibie, Ilmuan Pesawat Terbang di Indonesia

Pekerjaan dan Karier BJ Habibie

Sebelum memasuki usia 40 tahun, karir Habibie sudah sangat cemerlang, terutama dalam desain dan konstruksi pesawat terbang. Habibie menjadi “permata” di negeri Jerman dan iapun mendapat kedudukan terhormat, baik secara materi maupun intelektualitas oleh orang Jerman.

Selama bekerja di MBB Jerman, Habibie menyumbang berbagai hasil penelitian dan sejumlah teori untuk ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang Thermodinamika, Konstruksi dan Aerodinamika. Beberapa rumusan teorinya dikenal dalam dunia pesawat terbang seperti “Habibie Factor”, “Habibie Theorem” dan “Habibie Method”.

Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis. Dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto.

Post Sebelumnya : Mengenal Sejarawan Indonesia Mestika Zed

Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman.