Ibnu Khaldun, Cendekiawan Muslim Pada Abad Pertengahan

Ibnu Khaldun adalah seorang historiografi dan sejarawan Muslim Arab abad ke-14. Ia dianggap sebagai salah satu bapak ilmu sosiologi, historiografi, dan ekonomi modern. Lahir dari keluarga kelas atas Andalusia keturunan Arab, Ibnu Khaldun menerima pendidikan dari beberapa guru terbaik di kotanya.

Ibnu Khaldun antara cendekiawan Islam yang tidak asing lagi sekitar abad ke-14. Beliau melakar sejarah sendiri ketika zaman itu dengan kehebatannya sebagai seorang tokoh sejarawan dan pemikir Islam dalam bidang sosial, politik, pendidikan dan falsafah yang diiktiraf oleh seantero dunia.

Ibnu Khaldun, Cendekiawan Muslim Pada Abad Pertengahan

Kehidupannya ditandai dengan segala macam intrik dan kecemburuan para istana dari banyak kerajaan Islam yang sering dikunjungi, memberi nasihat dan menjaga keputusan sultan dari seluruh Afrika Utara.

Ibnu Khaldun Sejarawan Sejarawan Muslim Terkemuka

Ibnu Khaldun yang masih muda, selain Al-Quran dan Hadis di bawah bimbingan orang-orang bijak yang paling penting di kota ini, mempelajari falsafah dan sains sosial, kesusasteraan Arab dan umur panjang Nabi Muhammad, fakta yang akan menjadikannya ahli falsafah yang produktif dalam masa dewasanya.

Dalam karya agungnya, Muqaddimah,  Ibn Khaldun juga menyentuh banyak isu besar lain sehingga ada yang melihat beliau sebagai pengasas ilmu kaji masyarakat. Muqaddima dengan cepat tumbuh menjadi teori umum tentang sejarah, atau ilmu peradaban, sebagaimana ia menyebutnya.

Ibnu Khaldun Sejarawan Sejarawan Muslim

Jangan lewatkan: Biografi Bacharuddin Jusuf Habibie, Ilmuan Indonesia

Pada tahun 1400 Ibn Khaldun Dia menjadi bagian dari ekspedisi yang dimulakan oleh penguasa Kaherah untuk memerangi pengembangan Tamerlane, seorang pemimpin Mongol, yang menakluki banyak tempat di Syria. Disini ia menulis sebuah karya yang sangat penting untuk memahami monarki Islam pada Abad Pertengahan yang terdiri dari tujuh jilid.

Pada 26 Ramadan 808 H/17 Maret 1406 M, beberapa pekan sebelum penunjukan terakhirnya, sejarawan Ibnu Khaldun yang cemerlang dan sang pelopor ilmu masyarakat ini wafat dalam usia 74 tahun, pasca menjalani keriuhan kehidupan politik dan kecemerlangan ilmu. Dia dikubur di pemakaman sufi di luar Bab al-Nasr, Kairo, Mesir (Alatas, 2017: 28).